Selasa, 15 Oktober 2019

Piramida Penduduk

PIRAMIDA PENDUDUK


A. Gambaran Piramida Penduduk
     Komposisi umur dan jenis kelamin suatu penduduk secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. Cara penggambaran piramida penduduk, yaitu :
  1. Sumbu vertikal untuk distribusi umur.
  2. Sumbu horizontal untuk jumlah penduduk dapat absolut (asli) maupun persentase.
  3. Dasar piramida di mulai untuk umur muda (0-4) tahun semakin ke atas untuk umur yang lebih tua.
  4. Puncak piramida untuk umur tua sering dibuat dengan sistem "open end interval" artinya, misal untuk umur 75,76,77,78 dan seterusnya cukup dituliskan 75+.
  5. Bagian sebelah kiri untuk penduduk laki-laki dan bagian sebelah kanan untuk penduduk perempuan.
  6. Besarnya balok diagram untuk ,asing-masing kelompok umur harus sama.
B. Model Piramida
     Dalam demografi dikenal ada 5 (lima) bentuk atau mdel Piramida penduduk, yaitu :


  1. Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan slope tidak terlalu curam atau datar. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi., sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian,. Umur median rendah, sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi. Contoh : India (1951) dan Indonesia (1971)
  2. Dibandingkan dengan model 1, maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan slope lebih curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak piramida. Terdapat pada negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak tetapi belum ada penurunan tingkat fertilitas. Median age (umur media) sangat rendah dan angka beban tanggungan (dependency ratio) merupakan yang tertinggi didunia. Contoh : Sri Lanka, Meksiko, dan Brasil
  3. Bentuk piramida ini dikenal dengan bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). Terdapat pada negara dengan tingkat kelahiranyang rendah begitu pula tingkat kematiannya rendah. Karakteristik yang dimiliki piramida ini adalah umur median sangat tinggi dengan beban tanggungan sangat rendah terutama pada kelompok umur tua. Contoh : Eropa Barat
  4. Piramida penduudk dengan bentuk lonceng/genta (the bellshaped pyramid). Bentuk ini dicapai oleh negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan  tingkat fertilitas (kelahiran) dan kematian. Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan meninggi. Contoh : Amerika Serikat
  5. Terdapat pada negara yang menjalani penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematianya sangat rendah. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan berkurangnya jumlah absolut dari pada penduduk. Contoh : Jepang


C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Umur Penduduk
  1. Fertilitas, jika angka kelahiran (CBR) meningkat maka dasar piramda penduduk akan menjadi lebih panjang dibandingkan dengan dasar piramida pada tahun-tahun sebelumnya. Sebaliknya akan terjadi dasar piramida yang lebih pendek jika angka kelahiran (CBR) menurun.
  2. Mortalitas, jika moralitas untuk setiap kelompok umur meningkat maka terjadi penciutan diagram balok piramida pada setiap kelompok, umur, bentuk slope piramida akan semakin curam dibandingkan dengan slope piramida pada tahun-tahun sebelumnya.
  3. Kematian bayi/Infant Mortality, yang dihubungkan dengan reproduksi. Jika kematian bayi perempuan berkurang berarti mereka yang akan memasuki usia reproduksi semakin bertambah, akibatnya ada kecenderungan angka kelairan (fertilitas) bertambah.
  4. Migrasi, biasanya terjadi pada kelompok umur-umur dewasa. Jika migrasi mask lebih besar dibandingkan dengan migrasi keluar pada kelompok umur-umur tersebut maka akan terjadi pembengkakan pada bagian tengah piramida penduduk dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.


D. Ciri Penduduk


Berdasarkan komposisi umur dan jenis kelamin maka karakteristik penduduk dari suatu negara dapat dibedakan atas tiga ciri, yaitu :
  1. Expansive : Sebagianbesar penduduk berada dalam kelompok umur termuda. Contoh Indonesia
  2. Constricyive : Sebagian kecil penduduk berada dalam dalam kelompok umur muda. Contoh : Amerika Serikat
  3. Stasionary : Banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama banyaknya, dan menegcil pada usia tua kecuali pada kelompok umur tertentu. Contoh : Swedia






DAFTAR PUSTAKA

Shryoyk & Siegel., The Methods and Materials of Demography, Volume I, Part II & III, p 91-336., Washington, 1971
Lembaga Demografi FEUI., Buku Pegangan Bidang Kependudukan., 1980
Thompson, Warren S & David T. Lewis., Population Problems, Fifth Edition, McGraw Hill, 1965, Ch. 4,5,6 & 7.


Senin, 14 Oktober 2019

Distribusi Penduduk


DISTRIBUSI PENDUDUK


A. Definisi Distribusi Penduduk
      Jumlah penduduk di suatu wilayah tidaklah tetap, namun akan selalu berubah (bertambah atau berkurang) sering dengan perjalanan waktu. Pertambahan penduduk terjadi karena angka kelahiran dan angka kematian tidak seimbang, dimana angka kelahiran lebih besar dari angka kematian. Pertambahan penduduk juga dipengaruhi selisih angka penduduk yang masuk dan keluar suatu wilayah. Pertambahan penduduk suatu wilayah berupa angka-angka yang kongkrit dalam pertamahan setiap tahunnya, sedangkan pertumbuhan penduduk berupa besaran prosentasenya sajaPersebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan penduduknya.

B. Klasifikasi Distribusi Penduduk
             Secara garis besarnya klasifikasi distribusi penduduk dapat digolongkan menurut :
       a. Berdasar Geografis
        Indonesia yang terdiri dari beberapa kepulauan besar dan kecil, penduduknya tersebar secara merata,. Terdapat 922 pulau berpenghuni dan 12.675 pulau tanpa penghuni. Pulau yang terpadat penduduknya adalah Pulau Jawa, lebih dari separuh (64%) penduduk Indonesia bertempat tinggal di pulau tersebut, padahal luasnya hanya 6,6% dari luas wilayah Indonesia. Sedangkan daerah Kalimantan yang luasnya 27,2% hanya dihuni oleh 4,4% dari seluruh penduduk Indonesia.
          Persebaran penduduk yang belum merata tentu saja menimbulkan masalah sosial ekonomi yang serius bagi pemerintah. Persebaran penduduk dunia secara geografis sebagaimana yang kita ketahui penduduk di lima benua, yaitu Asia, Afrika, Amerika, Eropa, dan Oceania. Lebih dari separuh penduduk dunia bertempat tinggal di Asia sedangkan sisanya tersebar di benua Afrika, Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, USSR dan Oceania.
      b. Berdasar Administratif dan Politis
        Secara administratif dan politis penduduk Indonesia tersebar di 34 provinsi, kemudian di tiap-tiap provinsi secara administratif dibagi dalam kabupaten, kecamatan, dan kelurahan. Dalam sistem administrasi pemerintahan di Indonesia terdapat tiga daerah khusus atau istimewa yang setingkat dengan provinsi, yaitu :
  1. Daerah Istimewa Aceh
  2. Daerah Istimewa Yogyakarta
  3. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta
         Provinsi  yang terpadat penduduknya, yaitu DKI Jakarta. Ada ketentuan bahwa penduduk di suatu kecamatan tidak boleh lebih dari 30.000 jiwa. Penduduk di kelurahan berkisar antara 10.000-20.000 jiwa. Untuk provinsi-provinsi lain di Indonesia, persebaran penduduk bisa dilihat berdasarkan jumlah penduudk masing-masing kabupaten ataupun presentasi distribusinya. 


C. Distribusi Penduduk Berdasarkan Domisili      
    Persebaran pemduudk dapat dikategorikan menurut tempat tinggalnya, yaitu :
  1. Perkotaan 
  2. Pedesaan

 Menurut UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah Bab 1 pasal 1 :
  1. Daerah pedesaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama, pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman pedesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonom. 
  2. Kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian, dengan susunan fungsi kawsan sebagai tempat pemukiman perkotaan, pemusatan, dan distribusi jasa pemerintahan, pelayanan sisoal, dan kegiatan ekonomi.
Peraturan Kepala BPS No. 37 Tahun 2010 tentang Klasifikasi Perkotaan  dan Perdesaan di Indonesia
  1. Perkotaan adalah status suatu wilayah administrasi seingkat desa/kelurahan yang memenuhi kriteria klasifikasi wilayah perkotaan.
  2. Perdesaan adalah status suatu wilayah administrasi setingkat desa/kelurahan yang belum memenuhi kriteria klasifikasi wilayah perkotaan.
   Kriteria wilayah perkotan adalah persyaratan tertenu dalam hal kepadatan penduduk, presentase rumah tangga pertanian, dan keberadaan/akses pada fasilitas perotaan, yang dimiliki suatu desa/kelurahan untuk mnentukan status perkotaan suatu desa/kelurahan. Fasilitas perkotaan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
  1. Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK)
  2. Sekolah Menengah Pertama 
  3. Sekolah Menengah Umum
  4. Pasar
  5. Pertokoan
  6. Bioskop
  7. Rumah sakit
  8. Hotel, bilyar, diskotik, panti pijat, salon
  9. Presentase rumah tangga yang menggunakantelepon, dan
  10. Presentase rumah tangga yang menggunakan listrik
   Kriteria Perkotaan Menurut Peraturan BPS 2010 No. 37 memiliki 3 indikator, yaitu :
  1. Indikator kependudukan : kepadatan penduduk (KPD) per km persegi.
  2. Indikator kegiatan ekonomi : presentase rumah tangga (PRT) yang bekerja di sektor pertanian.
  3. Indikator fasilitas perkotaan : jumlah fasilitas urban (JFU).



DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Demografi FEUI., Buku Pegangan Bidang Kependudukan, 1980
Bogue, Donald J., Prinsiple of Demography, John Willey & Sons, 1969, Ch. 7,8, & 15.
                


  
      

Piramida Penduduk

PIRAMIDA PENDUDUK A. Gambaran Piramida Penduduk       Komposisi umur dan jenis kelamin suatu penduduk secara grafik dapat digamba...